BALIKPAPAN – Kecewa tampaknya sangat dirasakan oleh anggota Komisi III DPRD Balikpapan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Taufik Qulrahman.

Pasalnya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Manggar dianggap tidak transparan dalam melakukan berbagai kegiatan pembangunan.

Salah satu kekecewaan tersebut terlihat saat Komisi III DPRD Balikpapan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) PDAM Km 8 Jalan Soekarno Hatta Balikpapan Utara, Rabu (11/12/2019).

Pada sidak itu, Komisi III DPRD Balikpapan mendapati sebuah bangunan yang mangkrak sejak dibangun pada 2017 lalu dan dibiarkan tidak ada penyelesaiannya.

“Bangunan yang akan dipergunakan sebagai tempat pengolahan bahan kimia untuk campuran air baku PDAM ini dikabarkan menelan anggaran dari APBD Kota Balikpapan sebesar Rp 17 miliar,” kata Taufik disela-sela sidak.

Dia menambahkan, atas temuan ini dirinya mengaku kecewa dengan tidak transparannya PDAM, termasuk pelaksanaan pembangunan gedung pengolahan bahan kimia di IPAM PDAM Km 8 tersebut.

“Temuan ini bisa kita lanjutkan dengan investigasi menyeluruh untuk mengetahui dugaan pelanggaran-pelanggaran lainnya,” tambahnya.

“Nantinya Komisi III DPRD Balikpapan akan menanyakan kepada PDAM terkait temuan ini, termasuk penggunaan anggarannya apakah menggunakan dana APBD atau lainnya,” pungkas Taufik.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati