BALIKPAPAN – Diduga menutupi keberadaan bangunan mangkrak senilai Rp17 miliar, Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) milik PDAM Tirta Manggar Jalan Soekarno Hatta Km 8 Balikpapan Utara, “digrebek” Komisi III DPRD Balikpapan, Rabu (11/12/2019).

Penggerebekan dikemas dalam kegiatan inspeksi mendadak (Sidak) dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri. Penggerebekan ini juga menindaklanjuti laporan masyarakat terhadap dugaan adanya bangunan yang mangkrak selama 2 tahun sejak dibangun oleh PDAM Tirta Manggar pada 2017 lalu.

Bangunan mangkrak tersebut sedianya akan diperuntukkan sebagai gedung pencampuran chemical, namun sampai saat ini keberadaannya masih mangkrak dan tidak terawat. Meski bangunan saat disidak sebagian kondisinya sudah dicat dengan warga biru.

Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri mengatakan, beberapa laporan masyarakat terkait sejumlah persoalan PDAM ditindaklanjuti. Salah satu adanya bangunan mangkrak yang dibangun di area IPAM Km 8 Balikpapan Utara yang diduga ditutup-tutupi oleh manajemen PDAM Tirta Manggar.

“Beberapa laporan masyarakat tentang keberadaan bangunan mangkrak milik PDAM yang masuk ke Komisi III DPRD Balikpapan kita tindaklanjuti. Dari informasi petugas keamanan IPAM PDAM Km 8, bangunan mangkrak ini akan dipergunakan sebagai tempat untuk pengolahan bahan kimia atau chemical untuk bahan baku air PDAM,” kata Alwi Al Qadri.
Kondisi bangunan dari dalam yang dibangun pada 2017 lalu oleh PDAM Tirta Manggar sampai saat ini belum selesai pengerjaannya dan dibiarkan mangkrak.

Dia menambahkan, informasi yang didapat bahwa bangunan dibangun pada 2017 lalu, namun sampai sekarang tidak selesai.

“Saya tidak tahu pastinya. Tapi saya mendengar dari segelintir orang bahwa bangunan ini anggarannya menggunakan dana APBD Balikpapan sebesar Rp16-17 miliar. Saya tidak tahu uang ini sudah habis atau masih ada. Tapi kalau melihat bangunannya diperkirakan baru sampai 70-80 persen,” tambahnya.

Kalau ini sudah dianggarkan, harap politisi Partai Golkar ini, pembangunan gedung chemical di IPAM PDAM Km 8 dapat segera diselesaikan sampai tuntas.

“Kalau saya pikir, bangunan ini hitungannya tidak sampai Rp 10 miliar. Dan kalau dilihat pembangunan gedung ini jelas tidak maksimal. Kami berharap, bangunan ini dapat segera diselesaikan alias dituntaskan,” tutur Alwi.

Menindaklanjuti hasil sidak ini, ujar Alwi, Komisi III DPRD Balikpapan akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Balikpapan dengan memanggil manajemen PDAM Tirta Manggar.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri memberikan keterangan pers usai melakukan sidak bangunan mangkrak di area IPAM PDAM Km 8 Balikpapan Utara.

“Setelah sidak, nanti kita jadwalkan RDP untuk meminta penjelasan dari PDAM terkait mangkraknya bangunan bersama dengan Komisi II DPRD Balikpapan. Tunggu saja kita akan gelar RDP dan terbuka untuk wartawan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Instalasi Pengelolaan Unit II IPAM Km 8, Dedi Hermawan mengatakan, bangunan yang ada di area IPAM Km 8 ini berupa gedung tempat mencampurkan bahan kimia untuk pembersih air baku PDAM.

“Terkait keberadaan bangunan saya tidak tahu menahu seluk beluknya. Saya baru masuk enam bulan lalu dan bangunan saya ketahui tidak ada aktivitas pekerjaan. Lebih jelasnya silakan tanya ke pimpinan di Kantor PDAM sana ya. Mohon maaf saya tidak bisa memberikan penjelasan karena bukan wewenang saya,” kata Dedi saat ditanya wartawan.

Mendampingi Alwi Al Qadri dalam sidak ini adalah anggota Komisi III DPRD Balikpapan yakni Taufik Qulrahman, Amin Hidayat dan Nelly Turuallo.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati