BALIKPAPAN – Aksi unjuk rasa ratusan massa dari ormas kedaerahan yang tergabung dalam Persatuan Ormas Asli Kalimantan (PAOK) mendapat perhatian dari anggota DPRD Balikpapan dari daerah pemilihan (Dapil) Balikpapan Barat, Taufik Qulrahman, Senin (09/12/2019).

Apalagi, aksi unjuk rasa yang dilakukan massa ini menuntut keterbukaan pihak Pertamina dalam perekrutan tenaga kerja lokal di proyek RDMP Refinery Unit V Balikpapan.

Anggota DPRD Balikpapan, Taufik Qulrahman mengatakan, banyaknya tenaga kerja lokal yang tidak terakomodir di proyek RDMP RU V Balikpapan menjadi persoalan tersendiri bagi Kota Balikpapan, utamanya warga di Kecamatan Balikpapan Barat.

“Aksi unjuk rasa yang dilakukan ini merupakan bentuk kekecewaan warga atas tidak terbukanya Pertamina dalam penerimaan tenaga kerja lokal. Kami di Balikpapan Barat hanya menjadi penonton semua, sementara proyek RDMP berada seputaran Balikpapan Barat,” kata Taufik Qulrahman saat ditemui wartawan.

Saat ini, tambah Taufik Qulrahman, pihaknya diam saja tapi tetap menunggu surat dari Presidium Tim 11 dan POAK bahwa DPRD Balikpapan siap jika diminta membuat panitia khusus atau pansus terkait persoalan penerimaan tenaga kerja lokal tersebut.

“Saat ini kami menunggu surat dari ormas bahwa kami akan mengadakan pansus. Boleh. Kita akan mengadakan pansus boleh. Yang penting kita ada dasar surat,” jelasnya.

Menurut Taufik, demikian dia disapa, seharusnya dari dulu komitmennya Pertamina bisa dilaksanakan dalam hal perekrutan tenaga kerja lokal agar tidak timbul permasalahan yang saat ini terjadi. Saat ini pekerjaan sudah berjalan cukup lama dan sudah sekian persen, ternyata di proyek RDMP tersebut minim tenaga kerja lokal.

Terkait klaim Pertamina yang sudah mempekerjakan tenaga kerja lokal sebanyak 1.645 orang, Taufik kembali mempertanyakan tenaga kerja yang bagaimana, kenyataan dan siapa yang menerima.

Dia juga mempertanyakan tentang keterlibatan pihak terkait seperti Presidium Tim 11, Disnaker Balikpapan serta lainnya. Bahkan, sudah ada kesepakatan dengan ormas yang tergabung dalam POAK tentang penerimaan tenaga kerja lokal tersebut.

“Berapa puluh ribu warga Balikpapan yang diakomodir oleh POAK dan Presidium Tim 11 untuk bisa bekerja di proyek RDMP Pertamina. Kenyataannya sampai sekarang tidak ada buktinya,” ucap Taufik.

Dirinya sebagai Wakil Rakyat dari Balikpapan Barat, yang mana nuansanya RDMP berada di Balikpapan Barat, pihaknya wajib memperjuangkan warga Balikpapan Barat yang saat ini masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan serta banyak pengangguran.

“Pertamina harus lebih terbuka dalam persoalan ini. Jika memang menerima 1.645 tenaga kerja lokal, mana datanya, kumpulkan orangnya. Betul gak itu tenaga kerja lokal,” tandasnya.

Penulis: Ipon
Editor: Nurhayati